Oleh: Dwi Putri
(Mahasiswa Prodi Psikologi)
Untuk
keperluan analisis atas genealogi masyarakat Indonesia ini ada baiknya
dijelaskan terlebih dahulu konsep-konsep ras, etnis, dan nasionalisme. Ras, definisi ras adalah sistem symbol
dan kepercayaan yang menekankan pada relevansi karakteristik-karakteristik
sosial dan budaya berdasarkan aspek biologi. Etnis, kategorinisasi sosial berdasarkan bahasa
dasar, agama, kebangsaan, dan gagasan kepemilikan budaya bersama. Minoritas, kategori manusia yang membedakan
menurut perbedaan fisik atau budaya. Nasionalisme, kombinasi perasaan identifikasi
dengan orang, ideologi serta gerakan sosial.
Moyang atau nenek moyang adalah pengertian awam yang merujuk pada konsep genealogi manusia yang terlebih dahulu dilanjutkan dengan yang muncul di masa kemudian. Mengenai moyang manusia Indonesia ini, Koentjaraningrat menyebut sekurangnya 1 juta-an tahun lampau, sudah ada Pithecanthropus Erectus yang hidup di lembah sungai Bengawan Solo. Makhluk sejenis dengan Pithecanthropus Erectus ini juga ditemukan di gua-gua dekat Peking (Cina) dan wilayah Asia Timur.
Teori dari Sarasin bersaudara (Paul dan Fritz Sarasin) menyebutkan bahwa populasi asli Indonesia adalah ras berkulit gelap serta bertubuh kecil dan keturunan dari ras asli ini disebut orang Vedda. Koentjaraningrat menyebut orang Vedda memiliki persamaan dengan penduduk asli Australia (Aborigin) sehingga menyebutnya sebagai Austro-Melanosoid. Penamaan Vedda diambil dari salah satu suku yang terkenal di Srilanka.
Ada 4 zaman dalam sejarah Indonesia, yaitu: Paleolithikum, Mesolithikum, Neolithikum, Megalithikum. Ada 11 kerajaan Hindu Budha yakni, kerajaan Kutai, Tarumanegara, Kalingga, Mataram Hindu, Sriwijaya, Medang, Kediri, Singasari, Majapahit, Padjajaran. Dan ada 7 kerajaan Islam yakni, Samudera Pasai, Demak, Pajang, Islam Mataram, Banten, Makassar, Ternate dan Tidore, Cirebon.
Indonesia awalnya adalah sebuah gagasan. Gagasan kesatuan yang abstrak, yang meliputi wilayah jajahan Belanda. Gagasan yang kiranya masih baru dan terus mengalami perubahan dan adaptasi hingga saat ini. Gagasan yang kerap menghadapi sejumlah penolakan, separatisme, dan dekonstruksi ideologi hingga saat ini. Dari gagasan ini maka kajian sistem sosial dan budaya Indonesia berawal.
Indonesia adalah sebuah negara dengan hampir 18.000 pulau yang tersebar di antara benua Asia dan Australia. Hampir setiap pulau dihuni oleh etnis dengan budaya yang spesifik. Satu sama lain berbeda. Lalu, bagaimana mereka bisa mengikatkan diri ke dalam sebuah nation?
Menurut R.E. Elson, kata Indonesia pertama kali digagas oleh George Samuel Windsor Earl, pengamat sosial dari Inggris tahun 1850. Kata yang ia gagas adalah Indu-nesians. Saat itu Earl mencari istilah etnografis guna mengategorisasi cabang ras Polinesia yang menghuni kepulauan Hindia (kepulauan kini Indonesia yang dibawah jajahan Belanda). Atau, istilah untuk menggambarkan ras-ras kulit cokelat di Kepulauan Hindia. Namun, setelah menciptakan istilah Indu-Nesians, Earl langsung batal menggunakannya akibat terlalu umum lalu menggantinya dengan Malayunesians.
Moyang atau nenek moyang adalah pengertian awam yang merujuk pada konsep genealogi manusia yang terlebih dahulu dilanjutkan dengan yang muncul di masa kemudian. Mengenai moyang manusia Indonesia ini, Koentjaraningrat menyebut sekurangnya 1 juta-an tahun lampau, sudah ada Pithecanthropus Erectus yang hidup di lembah sungai Bengawan Solo. Makhluk sejenis dengan Pithecanthropus Erectus ini juga ditemukan di gua-gua dekat Peking (Cina) dan wilayah Asia Timur.
Teori dari Sarasin bersaudara (Paul dan Fritz Sarasin) menyebutkan bahwa populasi asli Indonesia adalah ras berkulit gelap serta bertubuh kecil dan keturunan dari ras asli ini disebut orang Vedda. Koentjaraningrat menyebut orang Vedda memiliki persamaan dengan penduduk asli Australia (Aborigin) sehingga menyebutnya sebagai Austro-Melanosoid. Penamaan Vedda diambil dari salah satu suku yang terkenal di Srilanka.
Ada 4 zaman dalam sejarah Indonesia, yaitu: Paleolithikum, Mesolithikum, Neolithikum, Megalithikum. Ada 11 kerajaan Hindu Budha yakni, kerajaan Kutai, Tarumanegara, Kalingga, Mataram Hindu, Sriwijaya, Medang, Kediri, Singasari, Majapahit, Padjajaran. Dan ada 7 kerajaan Islam yakni, Samudera Pasai, Demak, Pajang, Islam Mataram, Banten, Makassar, Ternate dan Tidore, Cirebon.
Indonesia awalnya adalah sebuah gagasan. Gagasan kesatuan yang abstrak, yang meliputi wilayah jajahan Belanda. Gagasan yang kiranya masih baru dan terus mengalami perubahan dan adaptasi hingga saat ini. Gagasan yang kerap menghadapi sejumlah penolakan, separatisme, dan dekonstruksi ideologi hingga saat ini. Dari gagasan ini maka kajian sistem sosial dan budaya Indonesia berawal.
Indonesia adalah sebuah negara dengan hampir 18.000 pulau yang tersebar di antara benua Asia dan Australia. Hampir setiap pulau dihuni oleh etnis dengan budaya yang spesifik. Satu sama lain berbeda. Lalu, bagaimana mereka bisa mengikatkan diri ke dalam sebuah nation?
Menurut R.E. Elson, kata Indonesia pertama kali digagas oleh George Samuel Windsor Earl, pengamat sosial dari Inggris tahun 1850. Kata yang ia gagas adalah Indu-nesians. Saat itu Earl mencari istilah etnografis guna mengategorisasi cabang ras Polinesia yang menghuni kepulauan Hindia (kepulauan kini Indonesia yang dibawah jajahan Belanda). Atau, istilah untuk menggambarkan ras-ras kulit cokelat di Kepulauan Hindia. Namun, setelah menciptakan istilah Indu-Nesians, Earl langsung batal menggunakannya akibat terlalu umum lalu menggantinya dengan Malayunesians.
Ingin tahu lebih lanjut tentang pemikiran Dwi, Klik di sisni.
0 komentar:
Posting Komentar